Tantangan Satu Hari Tanpa Game?

Seingat saya ketika itu sekitar bulan November 2018. Saat itu saya melihat game Ragnarok M: Eternal Love atau Ragnarok Mobile di dalam daftar rekomendasi game di Google Play Store. Sebagian besar manusia generasi 90-an tentunya tidak asing dengan game online Ragnarok, terutama bagi teman-teman sekalian yang akrab dengan komputer beserta game-game yang ada di dalamnya.

Saya pertama kali mengenal game Ragnarok ketika duduk di bangku kelas 5-6 SD. Namun, tidak pernah sekali pun saya memainkan game itu. Saya hanya mendengarkan teman-teman saya bercerita penuh semangat tentang game Ragnarok. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah akses game online ketika itu terbatas di Warnet (Warung Internet). Uang jajan yang saya kantongi ketika itu tidak cukup jika harus ditambah dengan biaya bermain game online di Warnet. Apalah daya saya yang akhirnya hanya bermain Solitaire dan Minesweeper di komputer rumah -_-

Jauh berbeda jika kita bandingkan dengan zaman sekarang. Jangkauan internet menjadi lebih luas dan aksesnya pun menjadi lebih mudah, bahkan bisa diakses dalam genggaman gadget di tangan. Begitu juga dengan perkembangan game di telepon genggam, mulai dari game Snake dengan belang hitam-putih hingga game Mobile Legends dengan grafis luar biasa yang bisa dimainkan secara online.

Kehidupan gaming saya pun mengikuti perkembangan zaman tersebut, termasuk ikut memainkan game Ragnarok Mobile, sekalian ingin “balas dendam” karena dahulu tidak sempat memainkannya. Sedikit menjelaskan, game Ragnarok merupakan salah satu game ber-genre MMORPG (Massively Multiplayer Online Role-Playing Game) dimana kita memainkan sebuah karakter dengan job tertentu (Swordman, Archer, Mage, dll) dan meningkatkan level kekuatan karakter itu dengan cara membunuh monster-monster atau menyelesaikan misi-misi yang ada di dalam game. CMIIW (baca: cemewew) *eh -_-

Benar saja, tidak butuh waktu lama untuk ketagihan memainkan game Ragnarok Mobile. Mungkin saya bisa menghabiskan waktu minimal 300 menit atau 5 jam dalam sehari untuk bermain Ragnarok Mobile dan itu saya lakukan setiap hari. Jika memainkan game yang kekuatan karakternya diukur dengan tingkatan level, waktu satu menit pun sangat berharga. Perbedaan satu menit itu bisa membuat karakter kita lebih kuat dibanding karakter yang lain. Demi menjadi yang terkuat, saya pun menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk memainkan game-nya. Mungkin terdengar agak konyol karena mengejar kekuatan yang semu. Namun, pemikiran para gamer itu simple: kekuatan semu itu pun sudah cukup untuk membuatnya bahagia di dunia nyata 😀

Hari demi hari berlalu dan saya terus memainkan game itu, hingga akhirnya rasa bosan datang menyerang. Rasa jenuh karena melakukan “rutinitas” yang sama di depan smartphone. Hingga akhirnya sebuah kalimat menghampiri pikiran saya:

Apakah saya mau terus seperti ini?

Saya akhirnya sadar selama ini saya sudah menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia. Sepertinya saya menjadi orang yang sangat tidak produktif dan hanya membuang-buang waktu bermain game untuk mengejar kekuatan yang semu, hingga saya tidak sempat untuk mengumpulkan “kekuatan” di dunia nyata. Saya tidak mengatakan bahwa semua orang yang bermain game itu sia-sia. Seorang gamer “profesional” bisa meraih kesuksesan lewat passion-nya bermain game. Kuncinya adalah mereka harus benar-benar serius dan rela berkorban untuk game tersebut. Hanya saja, saya tidak bisa se-profesional itu!

Sebelum saya terjebak dalam gaming disorder, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba tidak bermain game satu hari penuh. Waktu ratusan menit yang saya habiskan untuk bermain game akhirnya saya gantikan dengan usaha-usaha untuk membangun “kekuatan” di dunia nyata. Memang bukan usaha yang besar, tetapi menurut saya lebih baik jika dibandingkan dengan bermain game 🙂

Hari demi hari saya lalui tanpa game Ragnarok dan akhirnya game itu sudah saya uninstall. Akhirnya memori handphone pun jadi lapang karena total data game Ragnarok sebesar 5 GB itu sudah hilang. Tantangan satu hari tanpa game Ragnarok sukses dan naik level menjadi tanpa game Ragnarok selamanya!

Namun, jiwa seorang gamer yang tertanam selama bertahun-tahun itu tidak bisa hilang begitu saja. Saya masih belum bisa lepas dari game, tetapi tidak akan mengulangi kesalahan sebelumnya. Saya hanya menyimpan satu game di handphone saya, yaitu PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile.

Bermain PUBG Mobile bersama teman-teman “sejawat” masih menjadi senjata ampuh untuk sekadar mengistirahatkan diri sejenak dari rumitnya dunia nyata 😀

Leave a Reply